Wednesday, November 08, 2006
Mencerdaskan Anak Negeri Melalui Teknologi Informasi

Terwujudnya Provinsi Riau sebagai Pusat Perekonomian dan Kebudayaan Melayu dalam Lingkungan Masyarakat yang Agamis, Sejahtera Lahir dan Batin, di Asia Tenggara Tahun 2020. Demikianlah keinginan para elite penentu kebijakan di Riau dalam menggambarkan bentuk provinsi Riau 14 tahun mendatang, sebagai wujud Visi Riau 2020.
Di dalam Visi Pembangunan Provinsi Riau selama kurun waktu 2004 - 2008, sebagai tahapan kedua dalam perwujudan Visi Pembangunan Riau 2020, Misi Pembangunan Riau yang dilaksanakan bertumpu pada komitmen yang dua diantaranya adalah :
Terwujudnya kualitas sumberdaya manusia dengan penekanan kemudahan memperoleh pendidikan, peningkatan mutu dan manajemen pendidikan dasar, menengah, kejuruan, dan pendidikan tinggi, kemudahan memperoleh pelayanan kesehatan yang berkualitas, serta pembangunan agama, seni budaya dan moral (human resources development) dan Terwujudnya kemudahan untuk mengakses dalam bidang transportasi, produksi, komunikasi dan informasi serta pelayanan publik (accessibility on infrastructure and public service);
Pada tulisan ini penulis mencoba menjabarkan sendiri dan memberi masukan-masukan untuk mencapai dua komitmen diatas dalam rangka Mencerdaskan Anak Negeri Melalui Teknologi Informasi.
Penerapan Kurikulum Berbasis Teknologi Informasi
Penerapan kurikulum berbasis Teknologi Informasi sudah dapat dikenalkan sejak bangku SMP dimulai dengan pengenalan komputer, penggunaan fitur-fitur dasar yang ada di sistem operasi Windows, belajar dasar-dasar aplikasi microsoft office seperti word, excel, access, dan power point, sampai cara menggunakan printer.
Untuk level bangku SMP boleh dikatakan sudah pandai menulis dengan baik dan benar, jadi akan lebih baik jika langsung diaplikasikan menggunakan komputer untuk menulis. Diharapkan dari usia remaja sudah terbiasa menulis dengan komputer, karena ketika sudah bekerja nanti akan sering membuat laporan-laporan atau presentasi dengan komputer. Sebagai perbandingan anak Aa Gym dalam usia lima tahun sudah pandai menulis buku menggunakan komputer dan kemudian mendapatkan royalti dari penerbit. Jadi menurut penulis usia remaja SMP sudah baik untuk memulai menggunakan komputer.
Di level SMA sudah mulai dikenalkan dengan dasar-dasar jaringan komputer dan pemrograman, seperti bahasa program Visual Basic Net, Java, HTML, PHP, dan lain-lain. Tujuannya adalah untuk menciptakan seorang network engineer, administrator web, dan programmer handal harus dimulai dari usia remaja. Sehingga nantinya ketika melanjutkan ke perguruan tinggi dapat mendalami keahlian yang sudah didapat di bangku SMA. Dan setelah tamat perguruan tinggi anak-anak negeri memiliki keahlian-keahlian handal di bidang Teknologi Informasi untuk memenuhi kebutuhan dunia industri yang ada di Riau, Indonesia, dan Asia Tenggara.
Mendirikan Sekolah dan Perguruan Berbasis Teknologi Informasi
Untuk mendirikan sekolah kejuruan dan Perguruan Tinggi (politeknik, sekolah tinggi, institut, dan universitas) Teknologi Informasi tidak perlu mengeluarkan biaya sangat besar. Karena pada prinsipnya yang diperlukan adalah laboratorium-laboratorium komputer yang sudah ada LAN di dalamnya beserta akses Internet.
Belajar tentang teknologi Local Area Network (LAN), Wide Area Network (WAN), Server (Web, Mail, DNS, VoIP, Firewall), Bluetooth, dan Pemrograman cukup menggunakan jaringan komputer yang ada di laboratorium. Dan komputer-komputer ini nantinya dapat dipergunakan untuk belajar selama lima tahun. Kurikulum dan bahan-bahan ajar untuk sekolah kejuruan dan perguruan tinggi Teknologi Informasi dapat dibuat dengan mengandalkan SDM-SDM TI (perguruan tinggi dan praktisi) yang sudah ada di Riau.
Tenaga-tenaga pengajar untuk sekolah kejuruan dan perguruan TI nantinya dapat dipenuhi dari pelatihan TI kepada guru-guru yang sudah ada dan perekrutan dosen-dosen TI yang handal.
Jadi pada tahun 2020 nantinya di Riau akan terdapat tenaga-tenaga ahli handal di bidang Teknologi Informasi untuk memenuhi pasaran kerja di Indonesia dan Asia Tenggara. Tenaga ahli tersebut meliputi opeator ahli TI lulusan SMK TI, ahli madya TI lulusan politeknik, dan sarjana TI lulusan institut/universitas.
Secara tidak langsung hal ini juga meningkatkan taraf perekonomian rakyat Riau karena pendirian SMK TI dapat dilakukan di tingkat kecamatan atau pedesaan oleh pemerintah kabupaten atau provinsi. Apabila ditunjang biaya murah untuk masuk SMK TI dan keberadaan SMK TI yang merata di setiap daerah di Riau akan memudahkan siswa-siswa berprestasi dan kurang mampu untuk memiliki keahlian operator TI. Dan dengan keahlian tersebut dapat mendapatkan pekerjaan dengan penghasilan yang dapat menompang kehidupan keluarganya.
Pusat Informasi Teknologi Informasi
Untuk mewujudkan kemudahan mengakses Informasi bagi masyarakat umum dapat dilakukan dengan membentuk Pusat Teknologi Informasi atau memberdayakan badan pemerintah daerah yang sudah ada. Salah satu kegiatan yang dapat dilakukan oleh Pusat Informasi TI adalah menyediakan buku-buku, tulisan-tulisan, brosur, acara-acara TV/radio, dan kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan Teknologi Informasi secara kontinu dan update.
Dan Pusat Informasi TI juga dapat melibatkan dunia pers yang sudah ada di setiap kabupaten/kota di Riau. Sehingga proses pembelajaran Teknologi Informasi juga dapat menyentuh segala lapisan masyarakat. Seperti Riau Pos yang rutin sekali minggu memuat artikel-artikel Teknologi Informasi dalam rubrik Riau Pos Net.
Sehingga pada akhirnya Visi Riau 2020 dapat dicapai salah satunya dengan cara Mencerdasakan Anak Negeri Melalui Teknologi Informasi dan menjadikan provinsi Riau khususnya, dan Indonesia pada umumnya sebagai penghasil SDM TI terbesar dan handal di Asia Tenggara